SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG

Selasa, 24 Juni 2014

Operasi Bariatrik dan Kehamilan



Operasi Bariatrik Dan Kehamilan
Saat ini hidup di perkotaan sangat rentan terhadap serangan banyak penyakit. Mulai dari kanker, jantung, hipertensi, diabetes dan berbagai penyakit berbahaya lainnya. Di samping penyakit itu semua ada satu penyakit yang memang akhir-akhir ini menjadi masaah banyak orang. Ya, obesitas atau kelebihan berat badan. Bahkan menurut para peneliti yang telah melakukan penelitiannya seperti juga yang dilansir dari redorbit mengungkapkan bahwa hampir setengah miliar orang di dunia ini diklasifikasikan menderita kelebihan berat badan atau obesitas. Dengan banyaknya orang yang mengalami kelebihan berat badan karena banyak faktor seperti pola hidup salah, makan tidak terkontrol, kurang berolahraga dan lain sebagainya. Maka membuat orang-orang ingin mengurangi berat badannya dengan cara apapun. Seperti contohnya melakukan berbagai macam jenis diet, rutin berolahraga, mengkonsumsi obat pelangsing dan lain sebagainya.
Dan yang tidak kalah mengejutkan adalah dimana banyak orang yang rela melakukan operasi. Salah sau jenis operasi yang dilakukan karena masalah obesitas tersebut adalah operasi bariatrik.
Untuk operasi bariatrik sendiri merupakan suatu jenis operasi yang dilakukan dengan tujuan untuk menurunkan berat badan pada pasien yang menderita obesitas di mana metode seperti diet, olahraga, dan pengobatan lain sudah tidak efektif lagi.
Bariatric surgery dilakukan dengan memilih salah satu dari tiga cara berikut ini:
1. Restriksi
Restriksi merupakan suatu cara yang di guanakan untuk membatasi jumlah asupan makanan dengan mengurangi ukuran lambung.
2. Malabsorpsi
Malabsorpsi merupakan suatu cara yang digunakan untuk membatasi penyerapan makanan dalam saluran usus dengan memotong-kompas, bypass atau sebagian dari usus kecil
3. Kombinasi dari restriksi dan malabsorpsi
Nah, untuk yang ketiga ini merupakan gastrik banding dan bypass lambung yang mana merupakan dua jenis bedah bariatrik yang paling umum.
Pilihan operasi ini merupakan pilihan para penderita oesitas agar dapat memiliki berat badan yang normal kembali. Tetapi berdasarkan penelitian dari Karolinska Institute di Swedia mengatakan bahwa wanita hamil yang mempunyai riwayat operasi bariatrik dapat berpotensi melahirkan bayi secara prematur. Ya, walaupun sampai dengan saat ini belum ada penelitian yang menemukan bagaimana mekanisme di balik operasi ini mempengaruhi pertumbuhan janin. Akan tetapi perlu di wasapadai juga bahwa orang yang memiliki riwayat melakukan operasi ini akan mengalami peningkatan resiko defisiensi mikronutrien.
Nah, jika Anda merupakan salah satu orang yang pernah mengalami operasi bariatrik dan sedang mengandung si buah hati, maka tidak ada salahnya untuk rutin melakukan pemeriksaan USG serta menjaga asupan makanan. Tujuannya agar si kecil dapat tumbuh sehat dan sempurna serta selama kehamilan tersebut dapat memantau setiap pertumbuhan janin dengan terus-menerus agar terhindar dari bayi lahir prematur.
Selain itu dokter juga akan memberikan rekomendasi suplemen untuk meningkatkan kesehatan janin yang dikandungnya. hal ini tentu saja untuk menghindarkan bayi dari resiko lahir prematur yang sangat rentan terhadap berbagai serangan penyakit dan juga membahayakan nyawa bayi itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar