SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG

Selasa, 24 Juni 2014

Hiperbilirubin Pada Neonatus



hiperbiliruminemia pada neonatusHiperbilirubin pada neonatus yaitu meningkatnya kadar bilirubin darah dalam tubuh bayiBilirubin dibuat ketika tubuh melepaskan sel-sel darah merah yang sudah tua. Ini merupakan proses normal yang terjadi seumur hidup kita. Setelah itu bilirubin menuju ke usus dan ginjal lalu keseluruh tubuh. Jika terlalu banyak bilirubin yang dilepaskan ke seluruh tubuh bayi maka itu menyebabkan warna kuning (ikterik) yang disebut hiperbilirubin. Hiperbilirubin pada neonatus terjadi 60% dan biasanya bukan merupakan hal yang berbahaya apabila dapat dikendalikan
Kadar normal bilirubin maksimal adalah 12-13 mg% (205-220 µmol/L). Hiperbilirubin pada neonatusadalah kondisi paling umum yang memerlukan perhatian medis pada bayi baru lahir. Pewarnaan kuning pada kulit dan sklera pada bayi baru lahir dengan penyakit kuning adalah hasil dari akumulasi bilirubin tak terkonjugasi.
Hiperbilirubin pada neonatus tejadi pada minggu pertama kehidupannya berkaitan dengan:
  • Meningkatnya produksi bilirubin (hemolisis)
  • Kurangnya albumin sebagai alat pengangkut
  • Penurunan uptake oleh hati,
  • Penurunan konjugasi bilirubin oleh hati,
  • Penurunan ekskresi bilirubin, dan
  • Peningkatan sirkulasi enterohepatik.

Patofisiologi Hiperbilirubin pada neonatus

  • Produksi bilirubin yang meningkat : peningkatan jumlah sel darah merah, penurunan umur sel darah merah, peningkatan pemecahan sel darah merah (Inkompatibilitas golongan darah dan Rh, defek sel darah merah pada defisiensi G6PD atau sferositosis, polisitemia, sekuester darah, infeksi).
  • Penurunan konjugasi Bilirubin: prematuritas, ASI , defek kongenital yang jarang.
  • Peningkatan Reabsorpsi Bilirubin dalam saluran cerna : ASI, asfiksia, pemberian ASI yang terlambat, obstruksi saluran cerna.
  • Kegagalan ekskresi cairan empedu : infeksi intrauterin, sepsis, hepatitis, sindrom kolestatik, atresia biliaris, fibrosis kistik.

Penyebab Hiperbilirubin pada neonatus

Siklus sel darah merah pada bayi lebih pendek daripada orang dewasa. Ini berarti lebih banyak bilirubin yang dilepaskan melalui organ hati bayi anda. Kadang-kadang hati bayi belum cukup matang untuk mengatasi jumlah birubin yang berlebih.
Hiperbilirubin terjadi ketika organ hati bayi tidak bisa menghilangkan bilirubin dari darah secara cepat. Bilirubin yang berlebih yang tidak dapat keluar dari tubuh kemudian berkumpul pada kulit bagian putih bola mata.
Kejadian ini umum terjadi pada bayi yang memiliki golongan darah yang berbeda dengan ibunya, misalnya ibu memiliki rhesus positif sedangkan bayi memiliki rhesus negatif atau ibu memiliki golongan darah O sedangkan bayi memiliki golongan darah A, B, atau AB.
Selain dari golongan darah bayi yang lahir premature, karena kurang matangnya fungsi hati, bayi yang memiliki kelainan pada hati dan gangguan kesehatan lainnya, bayi yang mengalami infeksi juga dapat mengalami gangguan fungsi hati, bayi yang kekurangan cairan, juga bayi yang kekurangan enzym G6PD (Glukosa 6 Phospate Dehidrogenase), yaitu enzim Yang bertugas memperkuat dinding sel darah merah

Tanda dan gejala hiperbilirubin pada neonatus

  • Kulit bayi dan bagian putih bola mata berwarna kekuningan (ikterik). Bayi juga mungkin mengalami kekuningan pada membrane mukosa, seperti pada gusi dan lidah atau pada kuku tangan dan kaki.
  • Urine yang berwarna kuning pekat
  • Kelihatan lelah dan agak rewel
  • Bayi anda kurang cairan/minum

Pengobatan hiperbilirubin pada neonatus

  • Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi biasanya tidak perlu pengobatan. Biasanya dokter menyarankan untuk memberikan ASI atau susu formula lebih sering, serta dijemur pada saat pagi hari pukul 7 sampai 9 pagi.
  • Namun bila kadar bilirubin cukup tinggi (di atas 10 mg/dl), maka harus dilakukan foto terapi.
  • Bila kadar bilirubin sangat tinggi terdapat kemungkinan dilakukan tranfusi tukar, karena dapat menyebabkan bayi mengalami kerusakan otak.
Fototerapi adalah :
Tindakan dimana bayi disinar dengan sinar biru yang diarahkan ke kulit sehingga terjadi perubahan kimia pada molekul bilirubin di dalam jaringan bawah kulit, oleh karena itu bilirubin dapat segera dibuang tanpa perlu dimetabolisme terlebih dahulu oleh hati.
Pada saat dilakukan fototerapi, baju bayi dilepas, mata ditutup untuk menghindari paparan sinar yang terlalu terang, dan posisi tidur bayi diubah beberapa kali supaya seluruh tubuh terpapar sinar. Tindakan fototerapi biasanya di lakukan di Rumah sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar