SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juni 2014

Cara Mengatasai Kulit Kering dan Bersisik


Kulit bersisik atau iktiosis diakibatkan oleh hilangnya kelembaban pada lapisan kulit luar (epidermis) yang membuat kulit menjadi kurang elastis. Cara mengatasi kulit kering dan bersisikakan dibahas tuntas pada artikel berikut ini. Tapi sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab problem kulit ini, sehingga dapat diantisipasi sejak gejala tersebut muncul.

Mengatasi kulit bersisik kasar kering
Mengatasi kulit bersisik kasar kering
Kulit kering, kasar dan bersisik adalah salah satu problem yang sering terjadi. Akibatnya bisa menghalangi kita untuk tampil menarik dan akan sangat rentan terkena masalah seperti eksim. Efek yang terlihat dari kulit kering adalah kulit akan terlihat kusam, keriput, kemerahan, sensitif, terlihat kasar dan tidak segar. Kulit yang bersisik ini berbeda-beda derajatnya mulai dari yang ringan, hingga dapat membahayakan jiwa.
Penyebab kulit kasar, kering dan bersisik bisa ditimbulkan oleh banyak faktor,
  1. faktor keturunan
  2. pola makan (kurang makan sayuran, serta kekurangan vitamin B2 dan E)
  3. kurang asupan air
  4. akibat obat-obatan tertentu (nicotinic acis,cimetidine dan klofazimin)
  5. menggunakan sabun yang keras atau krim kulit yang tidak tepat
  6. faktor cuaca dan lingkungan yang ekstrim
  7. regenerasi kulit yang terlalu cepat dan tak sesuai waktunya
  8. kulit kasar juga bisa diakibatkan oleh penyakit kulit, misalnya infeksi jamur
Bila dibiarkan terlalu berlarut maka kondisi kulit yang bersisik bisa menjadi eksim dan peradangan pada kulit.
Lalu, bagaimana mengatasi kulit kering dan bersisik?
  1. Menggunakan handbody lotion sangatlah esensial. Lindungi diri anda dengan handbody yang mengandung pelembab berbahan dasar air setiap saat, apalagi diruangan dingin dan rendah kelembabannya (di ruang ber-AC).
  2. Bila anda sedang berada di ruangan ber-AC, aturlah suhu pada temperatur ruangan standar antara 24-27 derajat Celcius.
  3. Saat beraktivitas di luar rumah dan di bawah sengatan sinar matahari, gunakan sunblock yang sekaligus mengandung pelembab. Gunakan SPF 30 atau 50, dan lakukan kembali 2 atau 3 jam kemudian bila masih berada di luar ruangan.
  4. Minum air putih minimal 2 liter/hari agar tubuh nggak kekurangan cairan. Kulit pun jadi lebih sehat dan nggak kusam.
  5. Konsumsi sayur, kacang kedelai dan buah yang banyak mengandung vitamin B2. Makan yang mengandung vitamin A juga sangat baik untuk mendukung perkembangan dan regenerasi sel-sel kulit
  6. Dengan melakukan olahraga secara rutin akan membuat kulit menjadi lebih segar, sehat, dan kencang.
  7. Hindari mandi dengan air terlalu panas dan dalam waktu yang lama.

Selasa, 24 Juni 2014

Yuk Kurangi Stres Ibu Hamil Dengan Terapi Warna



Yuk Kurangi Stres Ibu Hamil Dengan Terapi Warna
Seorang wanita yang sedang hamil tentunya akan mengalami perubahan emosi yang tidak bisa di prediksi, terkadang lebih sensitif, pemarah, pendiam dan lain sebagainya. Kondisi ini memang normal di alami seorang wanita yang sedang mengandung. Maka tidak heran, wanita yang sedang hamil cenderung mencari perhatian agar semua orang memperhatikan dan mengutamakan apa yang di inginkannya. Untuk menghadapi perubahan tersebut maka orang di sekitarnya harus lebih banyak memahami akan apa yang sedang dirasakan oleh wanita hamil tersebut.
Hal-hal seperti di atas dapat juga di sebabkan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan. Sehingga membuat wanita hamil rentan mengalami stres dan depresi. Dengan keadaan mood yang berubah-rubah sering kali membuat orang di sekitarnya bingung menghadapi perubahan mood ibu hamil tersebut. Stres yang berlalut-larut tentunya tidak baik untuk kesehatan ibu dan juga janin yang dikandungnya. Nah bagi Anda yang mengalami masalah kehamilan seperti di atas maka dapat menocoba menghilangkan stres tersebut dengan terapi warna.
Terapi warna akan menjadi alternatif lain dari pada penggunaan obat atau terapi lain yang mungkin memiliki banyak efek samping. Di bawah ini adalah beberapa warna yang dapat membuat ibu hamil mersa lebih tenang, bahagia dan juga gembira. Seperti yang di lansir dari healthmeup.com, berikut ini selengkapnya :
1. Warna Oranye
Warna oranye sendiri merupakan warna yang lembut namun penuh dengan energi dan kehangatan. Dimana warna yang satu ini akan membantu ibu hamil dalam mengatasi depresi dan kesepian yang terjadi karena mood swings selama kehamilan. Warna orange adalah warna alternatif yang mungkin juga warna kesukaan ibu hamil. Jadi tidak ada salahnya jika ibu hamil menggunakan warna ini sebagai terapi
2. Warna Biru
Warna biru merupakan suatu warna yang dapat memberikan efek untuk menenangkan. Dengan begitu maka akan mudah untukmembantu ibu hamil agar tetap tenang dan melepaskan semua ketegangannya.
3. Warna Hijau
Warna yang satu ini biasanya banyak di sukai kaum hawa karena warna nya yang dapat menyejukkan, sama seperti halnya warna biru, warna hijau juga akan menciptakan suasana yang tenang dan mengendurkan saraf yang tegang.
Itulah tiga warna yang dapat dijadikan pilihan ibu hamil untuk mengurangi stres dan depresi selama kehamilan, semoga dengan adanya terapi warna ini dapat membuat ibu hamil lebih relax serta selalu dapat menjaga kehamilannya dengan baik hingga si kecil lahir ke dunia tanpa kurang suatu apapun. Nah, bunda selamat mencoba.

Inilah Keajaiban Para Ibu Hamil



Inilah Keajiban Para Ibu Hamil
Mendapati kehamilan maka sudah terbayang akan ada beberapa aktifitas yang mungkin akan terganggu, seperti aktifitas berkerja, kegiatan sehari-hari, konsumsi makanan yang lebih di batasi dan lain sebagianya. Belum lagi banyak wejangan dari orang sekitar yang menyarankan segala hal yang harus dilakukan dan dihindari oleh ibu hamil. Dengan kondisi ini tentu akan membuat Anda bingung mana yang harus dituruti dan mana juga yang sebenarnya harus dihindari. Maka dari itu yuk ketahui apa saja kewajiban dari para ibu hamil. Untuk lebih lengkapnya simak selangkapnya berikut ini :
Pertama kali mengatahui bahwa Anda sedang hamil maka yang harus diperhatikan adalah pola makan dan makanan apa yang di konsumsi. Ya, kewajiban yang pertama ibu hamil adalah makan makanan sehat dan bergizi. Selain itu seperti juga yang disarankan oleh situs majalahkesehatan.com yang mana para calon ibu harus meluangkan waktu untuk berolahraga ringan seperti senam hamil, yoga, atau berenang santai. Dan yang harus diperhatikan juga adalah apabila suami atau anggota keluarga lain di rumah Anda seorang perokok maka minta lah untuk sementara berhenti merokok. Dan apabila memungkinkan untuk menghentikan kebiasaan merokok tersebut.
Kewajiban selanjutnya ibu hamil adalah mengatur jadwal berkunjung ke dokter atau bidan untuk pemeriksaan kesehatan Anda. Lakukan dengan rutin sesuai dengan anjuran dokter. Selain itu jika Anda memiliki anemia atau mungkin tekanan darah tinggi maka jangan lupa untuk minta tambahan suplemen yang mengandung zat besi dan asam folat. Hal ini untuk tetap menjaga kesehatan ibu dan juga janin yang di sedang di kandung.
Saat memasuki masa kehamilan yang semakin membesar tidak ada salahnya jika mulai banyak bertanya pada ibu-ibu lain yang berpengalaman mengenai pengalaman serta mengetahui bagaimana tanda-tanda jika akan melahirkan, terlebih lagi apabila usia kandungan jika sudah lewat masa kritis yakni 3 bulan pertama. Menginjak usia kehamilan usia 16 minggu, Anda harus sudah memiliki janji untuk bertemu dokter atau bidan secara rutin untuk berbagai pemeriksaan seperti contohnya melakukan tes urin, melakukan pengukuran rahim atau juga melakukan tawaran scan anomaly untuk memantau perkembangan janin di dalam perut.
Saat memasuki usia 20 minggu kewajiban ibu hamil selanjutnya adalah jika Anda seorang wanita yang bekerja maka tidak ada salahnya untuk mulai memikirkan kapan waktunya untuk mengambil cuti. Pada usia ini juga jika Anda ingin mengetahui jenis kelamin bayi untuk mempersiapkan segala perlengkapan dan segala sesuatunya maka bisa melakukan pemeriksaan USG. Dan kewajiban selanjutnya adalah mulai memilih rumah sakit bersalin mana yang menurut Anda paling cocok dan paling nyaman untuk Anda kelak melahirkan.
Itulah beberapa kewajiban umum para ibu hamil yang harus di perhatikan agar si buah hati dapat lahir ke dunia dengan selamat tanpa kurang sesuatu apapun. Semoga bermanfaat dan selamat menanti kelahiran sang buah hati.

Ternyata Melahirkan Caesar Ada Sisi Baiknya Lho



Ternyata Melahirkan Caesar Ada Sisi Baiknya Lho
Memang sudah menjadi suatu keharusan apabila seorang wanita menikah, maka kemudian hamil dan melahirkan. Dimana semua wanita ingin merasakan menjadi seorang ibu dari anak-anaknya yang lucu-lucu. Nah, namun dalam proses persalinan tersebut memang berbeda berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang melalui proses normal dan alami dan ada juga yang melakukan operasi caesar.
Seperti kita ketahui bahwa kebanyakan wanita yang akan melahirkan tentu lebih memilih proses kelahiran normal dibandingkan dengan melahirkan melalui proses operasi caesar. Selain karena jika alasan adanya suatu masalah jika melahirkan secara normal, maka banyak ibu hamil memilih melahirkan normal saja.
Namun, apabila dokter menyarankan Anda untuk melakukan proses persalinan melalui operasi caesar, sebaiknya jangan terlalu panik dan khawatir. Karena operasi caesar juga bisa memberikan beberapa manfaat dan memiliki beberapa sisi baik untuk Anda, seperti yang dilansir oleh Mag for Women. Di bawah ini adalah sisi baik jika Anda memang harus melakukan operasi caesar baik itu atas keinginan sendiri maupun atas saran dokter karena riwayat kesehatan Anda :
1. Tidak Akan Merasakan Rasa Sakit
Mungkin ini adalah salah satu keuntungan terbesar dari operasi caesar. Ya, dimana persalinan normal membutuhkan banyak tenaga dan juga rasa sakit yang tidak terkira, maka dengan operasi caesar saat persalinan tidak akan menderita sakit sedikitpun. Walapun memang luka bekas operasi caesar butuh dirawat lebih lama dan hati-hati, akan tetapi jika dilihat dari sisi positifnya adalah dimana wanita tersebut tidak perlu mendapatkan jahitan di bagian vagina, tidak memiliki risiko terkena ambeien karena tidak harus mengejan, serta tidak harus mengalami kontraksi dalam waktu yang sangat lama.
2. Dapat Memilih Hari Kelahiran
Untuk manfaat yang satu ini memang masih menjadi kontroversi, dimana ada banyak kaum hawa yang rela melakukan operasi caesar hanya karena ingin anaknya lahir di tanggal cantik ataupun tanggal yang di sukai kedua orang tuanya. Alasan ini sah-sah saja bagi banyak pasangan yang ingin memiliki anak dengan tanggal kelahiran yang di rencanakan. Namun di balik semua itu tentunya orang tua ingin mempermudah dan menyiapkan segala keperluannya dengan maksimal, seperti mengatur hal-hal di luar kelahiran serta menyesuaikan denga jadwal kerja dan lain sebagainya.
3. Operasi Caesar Lebih Tepat waktu
Tentunya Anda tahu bahwa kelahiran normal membutuhkan waktu yangberbeda beda antara wanita yang satu dan lainnya. Dimana setiap orang pun hanya mampu memprediksi kapan waktunya melahirkan, namun tidak akan tepat 100 %, dimana siapapun tidak tahu kapan tetapnya si kecil akan lahir ke dunia. Dengan kondisi ini maka sering kali para wanita yang memilih untuk melahirkan normal terlambat pergi ke rumah sakit, sehingga anak mereka harus lahir di tempat lain seperti taksi atau bahkan kebun rumah sakit. Dan sisi dari poperasi can akan lebih tepat waktu. jadi hal-hal seperti di atas dapat di atasi dan jangan meremehkan manfaat ini karena wanita tentu bisa merasakan manfaat besar karena merasa lebih tenang saat akan melahirkan.
4. Dapat Mencegah Penularan Infeksi pada Janin
Seorang Wanita yang memiliki infeksi, kanker serviks, atau STD biasanya disarankan dokter untuk melakukan operasi caesar. Ya, hal ini tentu saja dengan tujuan yang baik dimana untuk meminimalisir kemungkinan penularan infeksi dari ibu ke anak. Dan bahkan jika seorang ibu melahirkan anak kembar dua atau tiga, maka manfaat ini tetap berlaku ketika wanita melakukan operasi caesar.
5. Menghindari Otot Robek
Hal ke lima ini mungkin merupakan salah satu manfaat terbesar dari operasi caesar. ya, dimana jika melakukan operasi caesar akan menurunkan risiko robeknya otot seperti ketika melahirkan normal. Yang mana tidak jarang otot pelvis dan jaringan pada vagina robek ketika melahirkan secara normal. Selain itu, melahirkan secara caesar juga bisa menghindari komplikasi masalah dengan bagian anus dan vagina ketika melahirkan caesar.
Nah, itulah beberapa manfaat yang bisa didapatkan ibu ketika melakukan operasi caesar. Setidaknya manfaat di atas bisa membuat Anda lebih tenang dan tidak takut jika diharuskan untuk melahirkan secara caesar oleh dokter. Semoga si kecil lahir dengan sehat dan selamat.

Operasi Bariatrik dan Kehamilan



Operasi Bariatrik Dan Kehamilan
Saat ini hidup di perkotaan sangat rentan terhadap serangan banyak penyakit. Mulai dari kanker, jantung, hipertensi, diabetes dan berbagai penyakit berbahaya lainnya. Di samping penyakit itu semua ada satu penyakit yang memang akhir-akhir ini menjadi masaah banyak orang. Ya, obesitas atau kelebihan berat badan. Bahkan menurut para peneliti yang telah melakukan penelitiannya seperti juga yang dilansir dari redorbit mengungkapkan bahwa hampir setengah miliar orang di dunia ini diklasifikasikan menderita kelebihan berat badan atau obesitas. Dengan banyaknya orang yang mengalami kelebihan berat badan karena banyak faktor seperti pola hidup salah, makan tidak terkontrol, kurang berolahraga dan lain sebagainya. Maka membuat orang-orang ingin mengurangi berat badannya dengan cara apapun. Seperti contohnya melakukan berbagai macam jenis diet, rutin berolahraga, mengkonsumsi obat pelangsing dan lain sebagainya.
Dan yang tidak kalah mengejutkan adalah dimana banyak orang yang rela melakukan operasi. Salah sau jenis operasi yang dilakukan karena masalah obesitas tersebut adalah operasi bariatrik.
Untuk operasi bariatrik sendiri merupakan suatu jenis operasi yang dilakukan dengan tujuan untuk menurunkan berat badan pada pasien yang menderita obesitas di mana metode seperti diet, olahraga, dan pengobatan lain sudah tidak efektif lagi.
Bariatric surgery dilakukan dengan memilih salah satu dari tiga cara berikut ini:
1. Restriksi
Restriksi merupakan suatu cara yang di guanakan untuk membatasi jumlah asupan makanan dengan mengurangi ukuran lambung.
2. Malabsorpsi
Malabsorpsi merupakan suatu cara yang digunakan untuk membatasi penyerapan makanan dalam saluran usus dengan memotong-kompas, bypass atau sebagian dari usus kecil
3. Kombinasi dari restriksi dan malabsorpsi
Nah, untuk yang ketiga ini merupakan gastrik banding dan bypass lambung yang mana merupakan dua jenis bedah bariatrik yang paling umum.
Pilihan operasi ini merupakan pilihan para penderita oesitas agar dapat memiliki berat badan yang normal kembali. Tetapi berdasarkan penelitian dari Karolinska Institute di Swedia mengatakan bahwa wanita hamil yang mempunyai riwayat operasi bariatrik dapat berpotensi melahirkan bayi secara prematur. Ya, walaupun sampai dengan saat ini belum ada penelitian yang menemukan bagaimana mekanisme di balik operasi ini mempengaruhi pertumbuhan janin. Akan tetapi perlu di wasapadai juga bahwa orang yang memiliki riwayat melakukan operasi ini akan mengalami peningkatan resiko defisiensi mikronutrien.
Nah, jika Anda merupakan salah satu orang yang pernah mengalami operasi bariatrik dan sedang mengandung si buah hati, maka tidak ada salahnya untuk rutin melakukan pemeriksaan USG serta menjaga asupan makanan. Tujuannya agar si kecil dapat tumbuh sehat dan sempurna serta selama kehamilan tersebut dapat memantau setiap pertumbuhan janin dengan terus-menerus agar terhindar dari bayi lahir prematur.
Selain itu dokter juga akan memberikan rekomendasi suplemen untuk meningkatkan kesehatan janin yang dikandungnya. hal ini tentu saja untuk menghindarkan bayi dari resiko lahir prematur yang sangat rentan terhadap berbagai serangan penyakit dan juga membahayakan nyawa bayi itu sendiri.

Penyebab Keguguran Pada Kehamilan Pertama



Penyebab Keguguran Pada Kehamilan Pertama
Mungkin Anda akan merasa ngeri jika mendengar kata keguguran. Ya, karena keguguran merupakan suatu hal yang sangat menakutkan bagi seorang wanita yang sedang hamil dan sedang mendambakan buah hati. Dan ternyata satu dari empat wanita hamil mengalami keguguran pada kehamilannya yang pertama. Nah, keguguran ini sebenarnya dapat dihindari dengan berbagai cara mulai dari istirahat yang cukup, selalu berkonsultasi dengan dokter dan lain sebagainya. Lalu kenapa sering kali banyak wanita yang mengalami keguguran? Nah, di bawah ini adalah bebarapa penyebab terjadinya keguguran pada kehamilan pertama. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:
1.    Kondisi Rahim yang Lemah Akibat Alat Kontrasepsi
Penggunaan alat kontrasepsi sendiri sering kali menjadi penyebab keguguran pada kehamilan pertama, seperti pil kontrasepsi yang berguna untuk mencegah kehamilan ternyata sangat berpengaruh terhadap konsisi rahim. Dalam jangka waktu yang lama, maka otot rahim bisa melemah. Dan inilah salah satu yang dapat menjadi penyebab keguguran.
2.    Kehamilan di Luar Rencana
Untuk mendapatkan kehamilan maka diperlukan kesiapan baik itu kesiapan fisik maupaun mental. Dan seringkali kehamilan pertama terjadi di luar rencana. Dimana biasanya pasangan suami istri yang baru menikah masih ingin menikmati dan menghabisakn waktu berdua saja, sehingga berbagai cara pun dilakukan untuk mencegah kehamilan. Contohnya dengan mengikuti program KB, mengkonsumsi obat anti hamil dan masih banyak cara lain yang digunakan. Dan sering kali akan mempengaruhi kondisi dan hormon wanita. Nah, apabila seorang wanita memiliki kandungan hormon tiroid tinggi serta tekanan darah tinggi, maka kehamilan akan sangat beresiko keguguran.
3.    Janin Tidak Dapat Bertahan Hidup
Pada kasus ini yakni keguguran yang disebabkan oleh keadaan yang mana dilakukan untuk menyelematkan nyawa ibu. Jika janin yang tidak bisa berkembang di dalam rahim ibu maka tentu saja sangat mengancam nyawa ibunya jika tetap dipertahankan. Maka dari itu biasanya para medis mengambil tindakan untuk mengambil janin tersebut.
4.    Ibu Hamil Tidak Sadar Bahwa Dirinya Sedang Hamil
Nah, pada kasus ini yakni karena kebanyakan ibu hamil yang baru pertama kalinya tidak sadar bahwa dirinya sedang hamil. Maka tanpa disadari masih tetap melakukan semua aktivitas yang seharusnya tidak dilakukan selama masa kehamilan terutama pada saat hamil muda. Sebagai akibatnya maka janin memiliki resiko tinggi untuk mengalami keguguran. Terlebih lagi jika ibu hamil muda tersebut sering melakukan aktivitas yang berat.
5.    Kesehatan Ibu Hamil
Seperti kita tahu bahwa kesehatan ibu hamil sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin dalam rahim selama masa kehamilannya. Jadi apabila ibu hamil memiliki jenis penyakit tertentu yang dapat menjadi penyebab keguguran, maka resiko akan terjadinya keguguran pun sangat tinggi.
Itulah beberapa penyebab terjadinya keguguran pada kehamilan pertama. Maka dari itu sebagai seorang wanita yang telah mendapati tanda bahwa dirinya sedang hamil maka jaga selalu kesehatan dirinya dan juga janinnya sebaik mungkin.

Langkah Tepat Cegah dan Atasi PMS



Langkah Tepat Cegah Dan Atasi PMS
Tahukah Anda bahwa Pre Menstruasi Syndrom atau PMS biasa dialami oleh tiga dari empat wanita. PMS Sendiri datang dua pekan menjelang menstruasi, dan tahukah Anda bahwa seorang wanita bisa mengami 150 gejala yang aneh-aneh. Seperti munculnya keluhan seperti mual, kembung, sakit payudara, jerawat, perubahan mood atau bahkan kehilangan nafsu makan. Karena menstruasi terjadi setiap bulan maka pasti akan diawali juga dengan PMS, dan PMS inilah yang sering kali membuat banyak wanita merasa kurang nyaman. Lalu apa sebenarnya penyebab dari PMS?
Dalam bebrapa penelitian yang dilakukan para ahli menyatakan bahwa sebelum menstruasi, wanita akan mengalami perubahan tingkat hormon estrogen dan progesteron. Selain itu pendapat lain juga menyatakan PMS disebabkan karena menurunnya serotonin. Yang mana serotonin sendiri merupakan zat kimia otak yang membuat mood menjadi baik. Jadi dengan kehilangan serotonin maka bisa membuat para wanita menjadi kurang nyaman. Untuk mencegah PMS maka bisa di atasi dan di cegah dengan cara di bawah ini :
1. Konsumsi Banyak Serat
Cara pertama untuk mencegah PMS adalah dengan banyak mengkonsumsi serat yakni sekitar 30 sampai dengan 35 gram, dengan banyak konsumsi serat maka tubuh akan membuat buang air besar menjadi teratur. Maka jika terjadi kelebihan estrogen dalam tubuh maka bisa ikut terbuang bersama feses. Perlu para wanita ingat bahwa kandungan estrogen yang tinggi merupakan penyebab utama PMS. Untuk itu perbanyak makanan yang bisa dikonsumsi seperti beras, sayur dan buah buah. Hindari juga makan daging karena mengandung lemak jenuh yang bisa memperburuk gejala PMS
2. Hindari Konsumsi Gula Berlebih
Perlu Anda ketahui bahwa makanan manis dan karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta dapat menghambat eksresi estrogen dalam tubuh. Dengan konsumsi makanan tersebut bisa mengakibatkan penumpukan ekstrogen. Maka seorang wanita dengan kadar gula yang tinggi akan cenderung memiliki gejala PMS lebih sering daripada mereka yang tidak seperti yang di ungkapkan Michael Murray dalam ensiklopedia of natural medicine
3. Kurangi Kafein
Wanita juga sebaiknya menghindari konsumsi teh atau kopi yang berlebihan. Hal ini dikarenakan mengandung kafein, terlebih lagi jika Anda mengalami gangguan tidur atau nyeri payudara.
4. Konsumsi Kedelai
Kedelai sendiri merupakan salah satu tanaman yang menganduang phytoestrogen yang mana dapat mengikat estrogen sehingga bisa menyeimbangkan kadar estrogen. Untuk itu perbanyak konsumsi tahu dan tempe untuk mengurangi gejala PMS.
5. Kurangi Cemilan Asin
Konsumsi makanan yang mengandung banyak garam bisa membuat perut merasa kembung, hal ini dikarenakan bisa membuat tekanan pada ginjal. Jadi apabila ginjal bekerja dengan berat, maka hal tersebut akan menghambatnya mengeluarkan cairan.
6. Tambah Konsumsi Vitamin B6
Seperti kita ketahui bahwa vitamin B6 baik untuk tubuh, karena vitamin tersebut termasuk diuretik sehingga dapat membantu mengurangi air dalam tubuh melalui air seni. Untuk itu perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 antara lain polong-polongan, ikan, biji-bijian, kubis, kembang kol, telur, rumput laut
7. Tambah magnesuium dan Kalsium
Seorang wanita yang sedang mengalami PMS maka memiliki kadar magnesium yang lebih rendah. Sehingga membuatnya lebih rentan mengalami sakit kepala, kelelahan, lekas marah, sakit dan nyeri. Untuk itu konsumsi magnesium yang dapat Anda peroleh dari biji labu, beras, rumput laut, seafood, dan tahu. Sedangkan, kalsium bisa diperoleh dari sarden dan ikan salmon.

Cara Mendeteksi Anak Autis dari Bibir dan Mata



Cara Mendeteksi Anak Autis Dari Bibir Dan Mata
Orang tua tentu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Termasuk menginginkan si kecil selalu dalam kondisi sehat dan tidak kurang suatu apapun. Namun sering kali keinginan tidak sesuai dengan kenyataan. Dimana anak sudah memberikan gejala yang kurang menyenangkan hati, kekhawatiran orang tua pada suatu penyakit yang berbahya dan juga mengancam. Salah satunya yakni autis.
Sebenarnya untuk mendeteksi anak yang menderita autis memang dibutuhkan waktu hingga usia dua tahun untuk dapat memastikan anak benar benar mengidap autis. Dan dalam beberapa penelitian, salah satunya oleh University of Missouri yang dikutip dari daily mail menunjukkan bahwa untuk pendektesian gejala autis terkadang ditemukan pada usia tiga tahun sehingga pada usia ini dianggap terlambat dalam memberikan penanganan untuk penderita autis. Dan hal inilah yang sering kali di khawatrikan banyak orang tua. Namun tahukan Anda bahwa pendeteksian awal bagi anak yang mengalami autis dapat terlihat pada wajah dan terutama pada bagian mata dan juga bibir.
Kasus anak autis berawal dari ketidakmampuan anak untuk belajar berjalan serta berbicara saat mengnjak usia antara dua-tiga tahun, dan sangat jelas bahwa hal ini sangat terlambat dalam memberikan penanganan. Maka dalam penelitian terbaru menemukan ada beberapa cara untuk mendeteksi autis lebih dini yakni melalui ciri fisik yang dapat dilihat dari anak autisme yaitu adanya perbedaan terutama pada bagian bibir dan jarak antara kedua matanya.
Melalui deteksi ini diharapakan dapat mempermudah pendampingan sehingga pertumbuhan mental dan juga kecerdasaannya dapat disesuaikan. Di bawah ini adalah cara mendeteksi anak yang beresiko mengidap autisme apabila dilihat dari mata dan bibir :
1. Untuk bagian mata anak yang beresiko mengidap autisme akan terlihat jarak yang lebih besar atau jauh dari keadaan normal anak seusianya.
2. Pada anak tersebut biasanya daerah pipi dan hidung seringkali memiliki jarak yang lebih dekat apalagi pada bagian tengah wajah.
3. Anak memiiki ciri bagian tengah wajah yang lebih sempit.
4. Bagian bibir anak yang mengidap autisme biasanya memiliki bagian lebar pada bibir dan philtrum yaitu daerah antara hidung dengan bibir sedikit lebar
Perlu Anda tahu bahwa ciri tersebut berdasarkan pengamatan yang dilakukan ilmuan pada anak-anak yang mengidap autisme. Yang mana penelitian tersebut melibatkan 62 anak yang berusia 12 tahun yang dibandingkan dengan 41 anak yang tidak memiliki riwayat autisme. Serta penelitian ini juga menggunakan kamera yang dapat menghasilkan gambar 3 dimensi. Sehingga dapat disimpulkan adanya 17 titik antara lain yaitu ujung mata, bibir dan philtrum.
Dengan penelitian tersebut di dapatkan hasil yang sekaligus juga menguatkan bahwa gangguan kordinasi otak pada penderita autisme memiliki peranan yang sangat besar dan terjadi bermulai pada saat di dalam kandungan. Dan bahan penelitian ini membantu untuk mengetahui faktor genetik atau lingkungan yang berpengaruh pada anak yang menderita autisme. Tetapi meskipun demikian penelitian ini masih belum dapat menemukan faktor utama yang sangat berpengaruh memicu penyakit autisme pada anak-anak apakah dipengaruhi oleh lingkungan atau genetik. Nah, bagi orang tua yang mendapati ciri fisik seperti di atas sebaiknya lebih waspada namun jangan terlalu panik dan khawatir. Maka dari itu segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hiperbilirubin Pada Neonatus



hiperbiliruminemia pada neonatusHiperbilirubin pada neonatus yaitu meningkatnya kadar bilirubin darah dalam tubuh bayi. Bilirubin dibuat ketika tubuh melepaskan sel-sel darah merah yang sudah tua. Ini merupakan proses normal yang terjadi seumur hidup kita. Setelah itu bilirubin menuju ke usus dan ginjal lalu keseluruh tubuh. Jika terlalu banyak bilirubin yang dilepaskan ke seluruh tubuh bayi maka itu menyebabkan warna kuning (ikterik) yang disebut hiperbilirubin. Hiperbilirubin pada neonatus terjadi 60% dan biasanya bukan merupakan hal yang berbahaya apabila dapat dikendalikan
Kadar normal bilirubin maksimal adalah 12-13 mg% (205-220 µmol/L). Hiperbilirubin pada neonatusadalah kondisi paling umum yang memerlukan perhatian medis pada bayi baru lahir. Pewarnaan kuning pada kulit dan sklera pada bayi baru lahir dengan penyakit kuning adalah hasil dari akumulasi bilirubin tak terkonjugasi.
Hiperbilirubin pada neonatus tejadi pada minggu pertama kehidupannya berkaitan dengan:
  • Meningkatnya produksi bilirubin (hemolisis)
  • Kurangnya albumin sebagai alat pengangkut
  • Penurunan uptake oleh hati,
  • Penurunan konjugasi bilirubin oleh hati,
  • Penurunan ekskresi bilirubin, dan
  • Peningkatan sirkulasi enterohepatik.

Patofisiologi Hiperbilirubin pada neonatus

  • Produksi bilirubin yang meningkat : peningkatan jumlah sel darah merah, penurunan umur sel darah merah, peningkatan pemecahan sel darah merah (Inkompatibilitas golongan darah dan Rh, defek sel darah merah pada defisiensi G6PD atau sferositosis, polisitemia, sekuester darah, infeksi).
  • Penurunan konjugasi Bilirubin: prematuritas, ASI , defek kongenital yang jarang.
  • Peningkatan Reabsorpsi Bilirubin dalam saluran cerna : ASI, asfiksia, pemberian ASI yang terlambat, obstruksi saluran cerna.
  • Kegagalan ekskresi cairan empedu : infeksi intrauterin, sepsis, hepatitis, sindrom kolestatik, atresia biliaris, fibrosis kistik.

Penyebab Hiperbilirubin pada neonatus

Siklus sel darah merah pada bayi lebih pendek daripada orang dewasa. Ini berarti lebih banyak bilirubin yang dilepaskan melalui organ hati bayi anda. Kadang-kadang hati bayi belum cukup matang untuk mengatasi jumlah birubin yang berlebih.
Hiperbilirubin terjadi ketika organ hati bayi tidak bisa menghilangkan bilirubin dari darah secara cepat. Bilirubin yang berlebih yang tidak dapat keluar dari tubuh kemudian berkumpul pada kulit bagian putih bola mata.
Kejadian ini umum terjadi pada bayi yang memiliki golongan darah yang berbeda dengan ibunya, misalnya ibu memiliki rhesus positif sedangkan bayi memiliki rhesus negatif atau ibu memiliki golongan darah O sedangkan bayi memiliki golongan darah A, B, atau AB.
Selain dari golongan darah bayi yang lahir premature, karena kurang matangnya fungsi hati, bayi yang memiliki kelainan pada hati dan gangguan kesehatan lainnya, bayi yang mengalami infeksi juga dapat mengalami gangguan fungsi hati, bayi yang kekurangan cairan, juga bayi yang kekurangan enzym G6PD (Glukosa 6 Phospate Dehidrogenase), yaitu enzim Yang bertugas memperkuat dinding sel darah merah

Tanda dan gejala hiperbilirubin pada neonatus

  • Kulit bayi dan bagian putih bola mata berwarna kekuningan (ikterik). Bayi juga mungkin mengalami kekuningan pada membrane mukosa, seperti pada gusi dan lidah atau pada kuku tangan dan kaki.
  • Urine yang berwarna kuning pekat
  • Kelihatan lelah dan agak rewel
  • Bayi anda kurang cairan/minum

Pengobatan hiperbilirubin pada neonatus

  • Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi biasanya tidak perlu pengobatan. Biasanya dokter menyarankan untuk memberikan ASI atau susu formula lebih sering, serta dijemur pada saat pagi hari pukul 7 sampai 9 pagi.
  • Namun bila kadar bilirubin cukup tinggi (di atas 10 mg/dl), maka harus dilakukan foto terapi.
  • Bila kadar bilirubin sangat tinggi terdapat kemungkinan dilakukan tranfusi tukar, karena dapat menyebabkan bayi mengalami kerusakan otak.
Fototerapi adalah :
Tindakan dimana bayi disinar dengan sinar biru yang diarahkan ke kulit sehingga terjadi perubahan kimia pada molekul bilirubin di dalam jaringan bawah kulit, oleh karena itu bilirubin dapat segera dibuang tanpa perlu dimetabolisme terlebih dahulu oleh hati.
Pada saat dilakukan fototerapi, baju bayi dilepas, mata ditutup untuk menghindari paparan sinar yang terlalu terang, dan posisi tidur bayi diubah beberapa kali supaya seluruh tubuh terpapar sinar. Tindakan fototerapi biasanya di lakukan di Rumah sakit.

Penyebab Penyakit Meningitis Pada Orang Dewasa dan Pencegahannya



Penyebab Penyakit Meningitis pada Orang Dewasa dan pencegahannyaPenyakit meningitis adalah infeksi pada lapisan otak dan urat saraf tulang belakang. Meningitis merupakan infeksi yang dapat mengancam nyawa.  Bila tidak ditangani dapat terjadi pembengkakan otak, kecacatan tetap, koma bahkan kematian. Meningitis dapat terjadi karena beberapa sebab; seperti bakteri (yang paling bahaya), virus, jamur, reaksi karena obat, keracunan logam tertentu.

Penyakit meningitis ada 3 tipe:

Meningitis triptokokus
Penyakit meningitis triptokokus adalah meningitis yang disebabkan leh jamur triptokokus. Jamur ini dapat masuk ke tubuh kita saat menghirup debuatau uap dari kotoran burung yang sudah kering.
Viral Meningitis
Penyakit meningitis yang disebabkan oleh virus. Viral meningitis termasuk penyakit ringan, gejalanya menyerupai sakit flu biasa dan pada umumnya akan sembuh sendiri.
Bacterial meningitis
Penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri tertentu dan merupakan penyakit yang serius. Salah satu contoh bakterinya yaitu meningococcal bacteria.
Gejala penyakit meningitis
Gejala awal penyakit meningitis yaitu demam, sakit kepala, kaku kuduk, sakit tenggorokan, dan muntah. Penyakit meningitis pada orang dewasa menjadisangat sakit dalamwaktu 24jam, sedangkan pada anak-anak bisa lebih cepat. Selain itu juga pada orang dewasa menjadi lebih mudah tersinggung, linglung, dan sangat mengantuk, hingga terjadi penurunan kesadaran koma bahkan meninggal.

Pencegahan penyakit meningitis

Menjaga hygiene merupakan cara yang paling baik untuk menghindari transmisi penyakit.
Antibiotik diberikan untuk mencegah meningitis pada orang yang kontak dekat dengan orang yang menderita meningitis. Walau pun demikian tetap harus diperiksa kembali oleh dokter bila berkembang menjadi sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, atau sakit leher.
Vaksinasi 
Vaksin meningitis tersedia untuk yang disebabkan oleh Neisseria meningitides. Terdapat 2 tipe yaitu: Meningococcal Conjugate Vaccine (MCV4) dan Meningocal Polysaccharide Vaccine (MPSV4).  MCV4 untuk usia 2-55 tahun, sementara MPSV4 untuk yang berusia >55 tahun.
Vaksin dapat mencegah terhadap 4 tipe serogroup.  Dan dapat melindungi sampai 90% dari yang mendapatkannya.  MCV4 diberikan dosis tunggal dan disarankan untuk diulang 5 tahun sekali sementara MSV4 cukup satu kali saja pada usia >55 tahun.
Orang-orang yang direkomendasikan untuk diberikan vaksin sbb:
1.        Tinggal di asrama
2.        Tentara
3.        Bepergian ke daerah biasa meningitis
4.        Jemaah haji
5.        Memiliki penyakit paru
Vaksin Hib bisa melindungi dari infeksi meningitis karena bakteri Haemophilus influenza type B (Hib).  Diberikan pada orang dewasa bila:
1.        Menderita penyakit sickle cell anemia
2.        Menderita Leukemia
3.        Menderita HIV/AIDS
4.        Sedang menjalani kemo terapi suatu kanker
Vaksin pneumonia dapat juga memproteksi meningitis yang disebabkan oleh Streptococcus pneumonia.

Penyakit ITP dan Gejala Serta Pengobatannya



penyakit ITP, gejala dan pngobatannyaPenyakit ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Idiopathic berarti tidak diketahui penyebabnya.Thrombocytopenic berarti darah yang tidak cukup memiliki sel darah merah (trombosit). Purpura berarti seseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan). Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari Immune Thrombocytopenic Purpura.
Trombosit dalam darah turun bukan berarti terkena demam berdarah, karena pada penyakit ITP menunjukan jumlah trombosit dalam darah yang rendah sekali. Secara normal trombosit dalam darah berkisar antara 150.000-450.000/dl. Pada anak yang memiliki ITP kadar trombositnya bisa di bawah 50.000/dl, sehingga dapat menimbulkan perdarahan. Penyakit ITP di bagi dalam dua klasifikasi;
  • Akut yaitu jika sembuh dalam jangka 6 bulan
  • Kronik jika penyakit berterusan selama 6 bulan atau lebih.
Penyebab penyakit ITP ini tidak diketahui. Seseorang yang menderita penyakit ITP, dalam tubuhnya membentuk antibodi yang mampu menghancurkan sel-sel darah merahnya. Dalam kondisi normal, antibodi adalah respons tubuh yang sehat terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Tetapi untuk penderita penyakit ITP, antibodinya bahkan menyerang sel-sel darah merah tubuhnya sendiri.

Tanda – tanda penyakit ITP

Biasanya penghidap penyakit ITP akan mengalami beberapa tanda yang menunjukkan bahwa mereka menghidap penyakit ITP. Tanda penyakit ITP dapat timbul secara tiba-tiba (akut) atau muncul secara perlahan (kronik). Berikut tanda –tandanya:
  • Pendarahan pada hidung
  • Pendarahan pada gigi
  • Mengalami lebam di anggota badan

Gejala penyakit ITP

  • Bintik-bintik merah di kulit sebesar hujung jarum
  • Mmemar tanpa penyebab yang pasti
  • Perdarahan gusi dan hidung
Ada 2 tipe ITP.
  • Tipe pertama umumnya menyerang kalangan anak-anak, sedangkan tipe lainnya menyerang orang dewasa. Anak-anak berusia 2 hingga 4 tahun yang umumnya menderita penyakit ini.
  • Penyakit ITP untuk orang dewasa, sebagian besar dialami oleh wanita muda, tapi dapat pula terjadi pada siapa saja. ITP bukanlah penyakit keturunan.

Pengobatan pada penyakit ITP

Pengobatan penyakit ITP umumnya tidak memerlukan pengobatan yang serius tetapi bila terjadi perdarahan dan jumlah trombosit menurun hingga dibawah 20.000/ul maka dianjurkan untuk transfusi trombosit. Pengobatan lain yang dapat diberikan adalah dengan pemberian kortikosteroid dan dihentikan obat ini bila sudah meningkat jumlah trombositnya.
Perhatian yang harus diingat pada penderita penyakit ITP adalah hindari obatan yang dapat meningkatkan perdarahan seperti aspirin, hindari benturan yang membuat luka.

Penyakit Tetanus Neonatorum Mengancam Si Kecil



tetanus neonatorum- penyebab, gejala dan penanganan tetanus neonatorumTetanus neonatorum merupakan penyakit tetanus yang terjadi pada bayi yang berusia dibawah 28 hari, dengan gejala klinik yang khas dimana timbul kekakuan seluruh tubuh yang ditandai dengan kesulitan membuka mulut dan menetek, serta kejang-kejang pada saat beberapa hari setelah lahir. Penyakit tetanus neonatorummerupakan suatu penyakit yang berbahaya dan memiliki tingkat morbiditas yang tinggi. Maka dari itu penyakit tetanus neonatorumharus segera ditangani.

Apa sih penyebab penyakit tetanus neonatorum?

Penyakit tetanus neonatorum disebabkan oleh bakteri closiridium tetani, yang merupakan organisme ibligat anacrob (tidak membutuhkan oksigen). Biasanya datangnya bakteri disebabkan infeksi selama masa neonatan, yang antara lain terjadi akibat pemotongan tali pusat atau perawatan tidak aseptik, dan proses partus yang kurang steril.
Faktor Penyebab penyakit tetanus neonatorum
  • Penggunaan alat yang tidak steril untuk memotong tali pusat juga seringkali meningkatkan risiko penularan penyakit tetanus neonatorum. Kejadian ini masih lagi berlaku di negara-negara berkembang dimana bidan-bidan yang melakukan pertolongan persalinan masih menggunakan peralatan seperti pisau dapur atau sembilu untuk memotong tali bayi baru lahir.
  • Cara perawatan tali pusat dengan teknik tradisional seperti menggunakan ramuan untuk menutup luka tali pusat dengan kunyit dan abu dapur, kemudian tali pusat tersebut dibalut dengan menggunakan kain pembalut yang tidak steril, serta tempat pelayanan persalinan yang tidak bersih dan steril.
  • Kekebalan ibu terhadap tetanus, merupakan faktor-faktor yang berperan untuk meningkatkan risiko terjadinya neonatus neonatorum.

Patofisiologi penyakit tetanus neonatorum

Kuman tetanus masuk kedalam tubuh bayi, melalui tali pusat yang dipotong dengan menggunakan alat yang tidak steril atau pada tali pusat yang dirawat tidak steril. Awalnya kuman masuk dalam bentuk spora. Kemudian bila didaerah potongan tali pusat tidak mengandung oksigen yang cukup, maka spora akan berkembang menjadi bentuk vegetatif yang dapat menghasilkan racun (toksin).
Toksin tersebut dapat menghancurkan sel darah merah, merusak leukasit, menyerang sistem saraf dan merupakan tetanospasmin, yaitu toksin yang bersifat neurotropik yang dapat menyebabkan kekakuan / ketegangan dan spasme otot. Kekakuan dimulai pada tempat masuknya kuman atau pada otot yang kecil seperti otot pipi/ masseter disebut: trismus).
Jika toksin masuk ke sum-sum tulang belakang, maka terjadi kekakuan yang makin berat pada anggota gerak, otot-otot bergaris di dada, perut dan timbul kejang seluruh tubuh, jika toksin mencapai sistem saraf pusat. Toksin pada sistem saraf otonom juga berpengaruh, sehingga terjadi gangguan pada pernafasan, metabolisme, hemodonamika, hormonal, saluran cerna, saluran kemih, dan neuromuskular, penyempitan jalan nafas, hipertensi, gangguan irama jantung, demam tinggi, merupakan penyulit akibat gangguan saraf otonom, yang dulu jarang dilaporkan karena penderita sudah meninggal sebelum gejala timbul.

Bagaimana gejala penyakit tetanus neonatorum?

Penyakit tetanus neonatorum biasanya baru memperlihatkan gejala-gejala tetanus pada hari ketiga setelah kelahiran. Hal ini disebabkan karena adanya masa inkubasi tetanus yang umumnya antara 3 – 12 hari. Penyakit tetanus neonatorum terjadi mendadak dengan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher. Dalam 48 jam penyakit menjadi nyata dengan adanya trismus. Tanda dan gejala sebagai berikut:
  1. Bayi tiba-tiba panas dan tidak mau minum ( karena tidak dapat menghisap)
  2. Mulut mencucut seperti mulut ikan
  3. Mudah terangsang dan sering kejang disertai sianosis
  4. Kaku kuduk sampai opistotonus
  5. Dinding Abdomen kaku, mengeras, dan kadang-kadang terjadi kejang
  6. Dari berkerut, alis mata terangkat, sudut mulut tertarik kebawah, muka thisus sardunikus.
  7. Ekstermitas biasanya terulur atau kaku
  8. Tiba-tiba bayi sensitive terhadap rangsangan, gelisah dan kadang-kadang menangis lemah.
  9. Terjadi penurunan kesadaran

Penanganan penyakit tetanus neonatoum

Dalam penanganan penyakit tetanus neonatorum harus dilakukan perawatan intensif. Prinsip penanganan yang dilakukan pada penderita penyakit tetanus neonatorum adalah mencegah terjadinya kejang kekakuan otot, menetralisasi racun dan membunuh kuman tetanus yang ada pada tubuh. Untuk mencegah kejang/ kekakuan otot, diberikan obat golongan benzodiazepin.
Obat ini mempunyai aktivitas sebagai penenang, anti kejang, dan pelemas otot yang kuat. Efek samping dapat berupa depresi pernafasam, terutama terjadi bila diberikan dalam dosis besar. Untuk menetralisasir racun didalam tubuh, diberikan obat anti tetanus serum atau Human Tetanus Immunuglobulin (HTIG). Terapi antibiotik diberikan bertujuan untuk memberantas kuman tetanus, kuman ini peka terhadap penisilin grup beta laktam termasuk penisilin G, ampisilin, karbenisilin, dan tikarsilin. Selain itu kuman ini juga peka terhadap obat klorampenikol, metronidazol, aminoglikosida dan sefalosporin generasi ketiga. Tindakan bedah yang diperlukan untuk memberantas kuman tersebut adalah dengan perawatan luka. Luka bekas potongan tali pusat dibersihkan dari benda asing dengan menggunakan betadine dan hidorgen peroksida. Kemudian luka dibiarkan terbuka agar oksigen dapat bersirkulasi baik kedalam luka.

Gejala Kanker Serviks dan Pencegahannya



gejala kanker serviks dan pencegahannyaServiks (Leher rahim) adalah bagian bawah uterus (rahim). Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel abnormal pada serviks (leher rahim). Kanker serviks terbentuk sangat perlahan. Pertama, beberapa sel berubah dari normal menjadi sel-sel pra-kanker dan kemudian menjadi sel kanker. Ini dapat terjadi bertahun-tahun, tapi kadang-kadang terjadi lebih cepat. Perubahan ini sering disebut displasia.
Kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut sering memberikan gejala : perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah menopause, serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).

Gejala kanker serviks tingkat lanjut :

  • munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  • keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  • perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  • juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
Factor resiko kanker serviks
Infeksi Virus Human Papilloma (HPV)
Pada kanker serviks, faktor risiko yang terpenting adalah infeksi HPV (human papilloma virus). HPV adalah sekelompok lebih dari 100 virus yang berhubungan yang dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan kulit, ditularkan melalui kontak kulit seperti vaginal, anal, atau oral seks.
Virus HPV berisiko rendah dapat menimbulkan genital warts (penyakit kutil kelamin) yang dapat sembuh dengan sendirinya dengan kekebalan tubuh. Namun pada Virus HPV berisiko tinggi tipe (tipe 16, 18, 31, 33 and 45), virus ini dapat mengubah permukaan sel-sel vagina. Bila tidak segera terdeteksi dan diobati, infeksi Virus HPV ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan terbentuknya sel-sel pra kanker serviks.
Melakukan hubungan seks tidak aman terutama pada usia muda atau memiliki banyak pasangan seks, memungkinkan terjadinya infeksi HPV. Tiga dari empat kasus baru infeksi virus HPV menyerang wanita muda (usia 15-24 tahun). Infeksi Virus HPV dapat terjadi dalam 2-3 tahun pertama mereka aktif secara seksual.
Pada usia remaja (12-20 tahun) organ reproduksi wanita sedang aktif berkembang. Rangsangan penis/sperma dapat memicu perubahan sifat sel menjadi tidak normal, apalagi bila terjadi luka saat berhubungan seksual dan kemudian infeksi Virus HPV. Sel abnormal inilah yang berpotensi tinggi menyebabkan kanker serviks.
Factor kebersihan
  • Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati. Ada 2 macam keputihan,  yaitu yang normal dan yang tidak normal. Keputihan normal bila lendir berwarna bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Bila salah satu saja dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut dikatakan tidak normal. Segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda bila Anda mengalami keputihan yang tidak normal.
  • Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS merupakan penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. PMS yang cukup sering dijumpai antara lain sifilis, gonore, herpes simpleks, HIV-AIDS, kutil kelamin, dan virus HPV.
  • Pemakaian pembalut yang mengandung bahan dioksin. Dioksin merupakan bahan pemutih yang digunakan untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang dari barang bekas, misalnya krayon, kardus, dan lain-lain.
  • Membasuh organ genital dengan air yang tidak bersih, misalnya di toilet-toilet umum yang tidak terawat. Air yang tidak bersih banyak dihuni oleh kuman-kuman.

Pencegahan kanker serviks

Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.

Kapan Pap Smear Sebaiknya DiLakukan ?



Kapan Pap Smear Sebaiknya Dilakukan
Salah satu jenis kanker yang paling banyak di takuti oleh kaum hawa yakni kanker serviks, ya penyakit yang terjadi pada leher rahim ini telah banyak merenggut banyak nyawa kaum perempuan. Maka dari itu salah satu upaya pencegahan dari penyakit kanker ini yakni dengan melakukan pemeriksaan yang di sebut dengan Pap smear. Tujuannya yakni untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim, bagian yang akan di periksa yakni wilayah kewanitaan meliputi sel-sel dari leher rahim sampai dengan bagian panggul.
Dengan melakukan pap smear maka dapat memberikan fakta medis mengenai keberadaan virus papiloma yang mana menjadi virus penyebab kanker serviks. Dengan deteksi dini ini diharapkan akan mendapatkan penanganan yang tepat jika memang telah adanya gangguan pada leher rahim tersebut. Sehingga penyakit yang di derita pun tidak akan menjadi parah dan membahayakan.
Lalu kapan seorang wanita sebaiknya melakukan papsmear? Para ahli dan dokter sangat meyarankan para wanita untuk melakukan pemeriksaan papsmear apabila seorang wanita telah berusia 21 tahun, wanita yang sudah menikah atau sudah aktif berhubungan seksual. Ya, hanya di anjurkan untuk seorang wanita yang sudah aktif melakukan hubungan intim karena selain pada usia tersebut alat reproduksi wanita sudah berkembang sempurna juga pemeriksaan pap smear sendiri dilakukan dengan prosedur pemeriksaan dengan memasukkan alat pemeriksaan ke rongga vagina.
Namun pemeriksaan ini diperbolehkan dilakukan lebih awal apabila memang ada riwayat kanker serviks dari ibu, setelah menjalani transplansi organ, setelah melakukan kemoterapi atau juga sering bergonta-ganti pasangan saat berhubungan seksual. Ya, hal ini dikarenakan kanker serviks dapat ditularkan melalui hubungan seksual, namun bukan berarti orang-orang yang belum pernah berhubungan seksual tidak akan terkena kanker serviks karena kanker serviks dapat terjadi pada setiap wanita.
Pap smear adalah pemeriksaan yang sebenarnya sangat di anjurkan sebagai langkah awal untuk deteksi sekaligus menjadi salah satu langkah pencegahan dini bagi penyakit kanker serviks sebelum penyakit kanker ini semakin parah. Dan di bawah ini adalah beberapa saran dari para ahli tentang kapan tepatnya seorang wanita harus melakukan tes pap smear. ini selengkapnya :
1. Seorang Wanita yang Telah Menikah
Yang sangat di sarankan yakni wanita yang sudah menikah atau sudah aktif berhubungan seksual, karena pemeriksaan pap smear tidak boleh dilakukan pada seorang gadis yang masih perawan, ya seperti telah di jelaskan di atas bahwa pemeriksaannya dengan menggunakan alat yang harus di masukkan ke rongga vagina.
2. Wanita yang Berusia di Atas 30 Tahun
Berdasarkan penjelasan para Dokter menyatakan bahwa seorang wanita yang telah memasuki usia di atas 30 tahun maka akan lebih beresiko terkena kanker serviks, maka dari itu diperlukan pemeriksaan tes pap smear secara teratur. Pada umunya dokter akan menganjurkan untuk menjalani pemeriksaan pap smear minimal satu tahun satu kali.
Nah, mengingat pentingnya pap smear bagi kaum wanita, diharapkan para wanita semakin memperhatikan dan perduli terhadap kesehatannya.

Penyebab Asfiksia Neonatorum



Penyebab Asfiksia Neonatorum - gejala dan penanganan asfiksiaAsfiksia neonatorum ialah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Bayi dengan riwayat gawat janin sebelum lahir, umumnya akan mengalami asfiksia pada saat dilahirkan. Masalah ini erat hubungannya dengan gangguan kesehatan ibu hamil, kelainan tali pusat, atau masalah yang mempengaruhi kesejahteraan bayi selama atau sesudah persalinan.

Penyebab Asfiksia neonatorum

Beberapa faktor tertentu diketahui dapat menjadi penyebab terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir, diantaranya adalah faktor ibu, tali pusat clan bayi berikut ini:
1. Faktor ibu
  • Preeklampsia dan eklampsia
  • Pendarahan abnormal (plasenta previa atau solusio plasenta)
  • Partus lama atau partus macet
  • Demam selama persalinan Infeksi berat (malaria, sifilis, TBC, HIV)
  • Kehamilan Lewat Waktu (sesudah 42 minggu kehamilan)
2. Faktor Tali Pusat
  • Lilitan tali pusat
  • Tali pusat pendek
  • Simpul tali pusat
  • Prolapsus tali pusat
3. Faktor Bayi
  • Bayi prematur (sebelum 37 minggu kehamilan)
  • Persalinan dengan tindakan (sungsang, bayi kembar, distosia bahu, ekstraksi vakum, ekstraksi forsep)
  • Kelainan bawaan (kongenital)
  • Air ketuban bercampur mekonium (warna kehijauan)

Asfiksia Neonatorum dapat dibagi dalam tiga klasifiasi:

  1. Asfiksia neonatorum ringan : Skor APGAR 7-10. Bayi dianggap sehat, dan tidak memerlukan tindakan istimewa
  2. Asfiksia neonatorum sedang : Skor APGAR 4-6. Pada pemeriksaan fisik akan terlihat frekuensi tentang lebih dari 100/menit, tonus otot kurang baik atau baik, sianosis, reflek iritabilitas tidak ada.
  3. Asfisia neonatorum berat : Skor APGAR 0-3. Pada pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung kurang dari 100/menit, tonus otot buruk, sianosis berat, dan kadang-kadang pucat, reflek iritabilitas tidak ada, pada asfiksia dengan henti jantung yaitu bunyi jantung  fetus menghilang tidak lebih dari 10 menit sebelum lahir lengkap atau bunyi jantung menghilang post partum  pemeriksaan fisik sama asfiksia berat

Tanda dan gejala asfiksia neonatorum

  1. Tidak bernapas atau napas megap-megap atau pernapasan lambat (kurang dari 30 kali per menit)
  2. Pernapasan tidak teratur, dengkuran atau retraksi (pelekukan dada)
  3. Tangisan lemah atau merintih
  4. Warna kulit pucat atau biru (sianosis)
  5. Tonus otot lemas atau ekstremitas lemah
  6. Denyut jantung tidak ada atau lambat (bradikardi) (kurang dari 100 kali per menit).

Penanganan asfiksia neonatorum

Aspek yang sangat penting dari resusitasi terhadap asfiksia neonatorum adalah menilai bayi, menentukan tindakan yang akan dilakukan dan akhirnya melaksanakan tindakan resusitasi. Penilaian untuk melakukan resusitasi semata-mata ditentukan oleh tiga tanda penting, yaitu : pernapasan, denyut jantung, dan warna kulit. Tindakan resusitasi bayi baru lahir mengikuti tahapan-tahapan yang dikenal sebagai ABC resusitasi, yaitu :
1. Memastikan saluran terbuka
- Meletakkan bayi dalam posisi kepala defleksi bahu diganjal 2-3 cm.
- Menghisap mulut, hidung dan kadang trachea.
- Bila perlu masukkan pipa endo trachel (pipa ET) untuk memastikan saluran pernafasan terbuka.
2. Memulai pernafasan
- Memakai rangsangan taksil untuk memulai pernafasan
- Memakai VTP bila perlu seperti : sungkup dan balon pipa ETdan balon atau mulut ke mulut (hindari paparan infeksi).
3. Mempertahankan sirkulasi
- Rangsangan dan pertahankan sirkulasi darah dengan cara
- Kompresi dada.
- Pengobatan.

Askep Asfiksia Neonatorum


 

askep asfiksia neonatorumDefinisi
Asfiksia neonatorum ialah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir.
Manifestasi klinis asfiksia neonatorum:
Pada bayi baru lahir dengan asfiksia biasanya bayi tampak pucat dan kebiru-biruan, napas tidak teratur, tejadi hipoksia, Asidosis metabolik atau respiratori, Perubahan fungsi jantung, kegagalan sistem multiorgan, dan kalau sudah mengalami perdarahan di otak maka ada gejala neurologik : kejang, nistagmus, dan menangis kurang baik/ tidak menangis.

Patofisiologi asfiksia

Bila terdapat gangguan pertukaran gas atau pengangkutan O2 selama kehamilan / persalinan, akan terjadi asfiksia. Keadaan ini akan mempengaruhi fungsi sel tubuh dan bila tidak teratasi akan menyebabkan kematian. Kerusakan dan gangguan ini dapat reversible atau tidak tergantung dari berat badan dan lamanya asfiksia.
Asfiksia ringan yang terjadi dimulai dengan suatu periode appnoe, disertai penurunan frekuensi jantung. Selanjutnya bayi akan menunjukan usaha nafas, yang kemudian diikuti pernafasan teratur. Pada asfiksia sedang dan berat usaha nafas tidak tampak sehingga bayi berada dalam periode appnoe yang kedua, dan ditemukan pula bradikardi dan penurunan tekanan darah.
Disamping perubahan klinis juga terjadi gangguan metabolisme dan keseimbangan asam dan basa pada neonatus. Pada tingkat awal menimbulkan asidosis respiratorik, bila gangguan berlanjut terjadi metabolisme anaerob yang berupa glikolisis glikogen tubuh, sehingga glikogen tubuh pada hati dan jantung berkurang. Hilangnya glikogen yang terjadi pada kardiovaskuler menyebabkan gangguan fungsi jantung. Pada paru terjadi pengisian udara alveoli yamh tidak adekuat sehingga menyebabkan resistensi pembuluh darah paru. Sedangkan di otak terjadi kerusakan sel otak yang dapat menimbulkan kematian atau gejala sisa pada kehidupan bayi selanjutnya.

Pemeriksaa diagnostik

  • PH tali pusat : tingkat 7,20 sampai 7,24 menunjukkan status parasidosis, tingkat rendah menunjukkan asfiksia bermakna.
  • Hemoglobin/ hematokrit (HB/ Ht) : kadar Hb 15-20 gr dan Ht 43%-61%.
  • Tes combs langsung pada daerah tali pusat. Menentukan adanya kompleks antigen-antibodi pada membran sel darah merah, menunjukkan kondisi hemolitik.

Diagnasa keperawatan asfiksia

  • Gangguan pemenuhan kebutuhan O2, pertukaran gas berhubungan dengan ekspansi yang kurang adekuat.
  • Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan sekret dalam saluran bronkus.
  • Pola nafas tidak efektif b.d hipoventilasi/ hiperventilasi
Intervensi
  • Gangguan pemenuhan kebutuhan O2, pertukaran gas berhubungan dengan ekspansi yang kurang adekuat, yang ditandai dengan: pernafasan cuping hidung dan sianosis.
Intervensi: Beri penjelasan pada keluarga tentang penyebab sesak yang dialami oleh pasien. Atur kepala bayi dengan posisi ekstensi, Batasi intake per oral bila perlu dipuasakan, Longgarkan jalan nafas, Observasi tanda-tanda kekurangan O2, Hangatkan bayi dalam incubator, Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian O2.
Kriteria hasil : sianosis (-)
Bayi bernafas secara normal dan teratur
Perbaikan tonus otot atau bergerak aktif
medis menunjukkan peningkatan kapasitas ventilasi dan pertukaran gas
  • Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan sekret dalam saluran bronkus.
Intevensi: Beri penjelasan kepada keluarga tentang penyebab pola nafas bayi yang tidak normal dan teratur, apabila bayi mengalami sukar bernafas dilakukan rangsangan taktil dengan menepuk-nepuk atau menyentil telapak kaki bayi atau menggosok-gosok punggung bayi sambil memberikan oksigen, lakukan hisap lendir di saluran napas (hidung dan mulut)
Kriteria hasil : Bayi bernafas secara teratur,Warna kulit normal
  • Pola nafas tidak efektif b.d hipoventilasi/ hiperventilasi
Intervensi: Pertahankan kepatenan jalan nafas dengan melakukan pengisapan lender, pantau status pernafasan dan oksigenasi sesuai dengan kebutuhan, Auskultasi jalan nafas untuk mengetahui adanya penurunan ventilasi, Kolaborasi dengan dokter untuk pemeriksaan AGD dan pemakaian alat bantu nafas, Siapkan pasien untuk ventilasi mekanik bila perlu.
Kriteria hasil : Pasien menunjukkan pola nafas yang efektif, ekspansi dada simetris, tidak ada bunyi nafas tambahan, kecepatan dan irama respirasi dalam batas normal.

Komplikasi Kolostomi dan Perawatan Kolostomi di Rumah



Komplikasi Kolostomi dan Perawatan Kolostomi di RumahDefinisi
Kolostomi adalah pembedahan atau pembuatan lubang sementara atau permanen dari usus besar melalui dinding perut untuk mengeluarkan feses.Pembedahan kolostomi harus dilakukan oleh ahli bedah.
Kapan pembedahan atau operasi kolostomi dapat dilakukan?

Pembedahan kolostomi dilakukan pada penderita:

  • Penyakit peradangan usus akut:Terjadi karena kotoran menumpuk dan menyumbat usus di bagian bawah yang membuat tidak bisa BAB. Penumpukan kotoran di usus besar ini akan membuat pembusukan yang akhirnya menjadi radang usus.
  • Tidak memiliki anus (imperforata anus):Kelainan ini biasanya diketahui sejak lahir. Diduga karena terjadi infeksi saat ibu hamil yang membuat konstruksi usus ke anus tidak lengkap atau bisa juga karena kelainan genetik.
  • Hisprung, yaitu kelainan congenital yang menyebabkan gangguan pergerakan usus, akibat permasalahan pada persyarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga usus diatasnya. Penyakit hisprung lebih sering terjadi pada neonatus. Kondisi ini membuat penderitanya terutama bayi tidak bisa BAB selama berminggu-minggu dan kotoran akan menumpuk di usus bawah yang akhirnya timbul radang usus.
Jenis pembedahan kolostomi:
  • Operasi kolostomi temporer atau sementara: Pembedahan kolostomi sementara dapat dilakukan ketika bagian kolon perlu diperbaiki atau disembuhkan, bila  kolon membaik atau sembuh, kolostomi dapat ditutup, dan fungsi usus dapat kembali normal. Kolostomi temporer ini mempunyai dua ujung lubang yang dikeluarkan melalui abdomen yang disebut kolostomi double barrel. Lubang kolostomi yang muncul dipermukaan abdomen berupa mukosa kemerahan yang disebut STOMA.
  • Operasi kolostomi permanen: Pembedahan kolostomi permanen (disebut juga end colostomy) biasanya diperlukan pada beberapa kondisi tertentu seperti pada pasien yang sudah tidak memungkinkan untuk defekasi secara normal karena adanya keganasan, perlengketan, atau pengangkatan kolon sigmoid atau rectum sehingga tidak memungkinkan feses melalui anus. Kolostomi permanen biasanya berupa kolostomi single barrel (dengan satu ujung lubang).
Komplikasi kolostomi
  • Perdarahan berlebih
  • Obstruksi atau penyumbatan akibat perlengketan usus atau pengerasan feses yang sulit dikeluarkan
  • Infeksi
  • Retraksi stoma / mengkerut
  • Prolaps pada stoma karena kelemahan oto abdomen

Perawatan kolostomi:

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu pasien dengan pembedahan kolostomi:
  • Meminta petugas kesehatan untuk menjelaskan mengenai segala hal terkait kantung untuk stoma, seperti dimana membelinya, prosedur pemakaiannya serta memahami bahasa yang tertera di kantung.
  • Mengosongkan kantung kolostomi sebelum terlalu penuh, hal ini untuk menghindari kemungkinan meluap atau infeksi. Serta memperhatikan pembuangan limbah dari kantung di toilet.
  • Mempraktikkan sendiri cara penggantian kantung kolostomi sendiri sebelum meninggalkan rumah sakit atau bila pada anak ajarkan ibu atau keluarga pasien cara penggantian kantung kolostomi.
  • Membilas stoma (kulit yang terbuka) secara lembut dengan air hangat sebelum menempelkan kantung yang baru. Jika memilih menggunakan sabun, maka pastikan bahwa sabun tersebut tidak diberi wewangian dan tanpa iritasi. Lalu keringkan secara pelan-pelan dengan handuk lembut.
  • Menempelkan kantong kolostomi dengan posisi vertical./.horizontal / miring sesuai kebutuhan pasien, memasukkan stoma melalui lubang kantong kolostomi, merekatkan / memasang kolostomi bag dengan tepat tanpa udara didalamnya.
  • Menjaga daerah sekitar stoma agar tetap kering dan bersih.
  • Memonitor letak stoma untuk mengetahui ada kebocoran atau perdarahan yang bisa menjadi tanda-tanda infeksi akibat pencemaran dari isi kantung.
  • Menuliskan informasi atau instruksi mengenai kantung kolostomi sehingga dapat meringankan kecemasan pasien ataupun keluarga pasien dalam merawatnya sehari-hari.
  • Mendiskusikan segala aspek mengenai emosional bagi pasien dewasa.